Resume 11: Peran ganda : Antara guru dan pengusaha
Hari /tanggal : Rabu 28 Uktober 2020
Nara sumber : Ibu Betti Risnalenni
Moderator :
bu Aan
Tema : Peran ganda : Antara guru dan pengusaha
Bercerita pengalaman : Dari jadi guru sampai punya usaha.
Ketika Ibu Betti Risnalenni menjadi guru
Ibu Betty Risnalenni sampai saat
ini masih mengajar walau hanya sedikit
jam. saya juga kadang sabtu minggu masih ngajar. Ketika bu betty berperan sebagai
guru beliau berprinsip harus profesional
mencurahkan seluruh daya yang kita miliki untuk kepentingan pendidikan. salah
satu murid nya Keren sekali Pak Menteri muridnya .
Menurut beliau jadi guru juga harus kaya pak. Kalau guru
kaya, maka ngajarnya lebih totalitas. Saya bukan guru PNS pak, jadi gajinya
juga alhamdulillah pak tapi saya juga pengen lebih dari itu. Kan awalnya saya
jadi pengusaha juga gara gara menulis dan dirasa menulis itu bisa menghasilkan
uang. Jadi saya awalnya menjadi guru yg keliling keliling ngasi pelatihan buku
Menurut Bu betty sejak membuat
kursus beliau merasa sudah memulai jualan yakni Jualan materi. Saya awalnya membuat kursus
Aritmatika tahun 1996..Kemudian saya menulis buku aritmatika dan menjualnya
sendiri dengan mengadakan pelatihan pelatihan.
Pada tahun 1998. sudah memiliki
24 cabang untuk daerah bekasi saja, belum termasuk luar daerah. Sekolah ini
saya mulai tahun 2003 dimulai karena diajak kerjasama oleh salah satu cabang
aritmatika saya. Tapi kerjasama nya hanya berjalan 3 bulan karena menurut teman
malah bikin rugi, tidak ada untungnya. Setiap usaha baru pasti banyak
cobaannya. Saya tetap melanjutkan perjalanan mendirikan sekolah tersebut. Alhamdulillah
dengan mendirikan sekolah tersebut saya banyak berkenalan dengan orang dan
banyak kegiatan yg membuat saya bisa berprestasi dan wawasan saya menjadi
bertambah luas. Dan pada tahun 2003 saya
mulai mendirikan sekolah TK dan TPQ. Pada tahun 2004 mulai dengan SD. Itu juga
usaha , walau itu bukan profit yang kita tujukan. Profit dengan serta merta
ikut serta Alhamdulillah sampai saat ini
sekolah masih eksis.
Ketika Ibu BettY Risnalenni menjadi
pedagang/pengusaha
Sebenarnya Bu betty bukan pedagang
pedagang amat. Cuma kalau ada kesempatan kepala saya sering muter , kira kira
kalau jualan, apa ya yg akan dibeli orang atau diperlukan orang. Dan saya kalau
berjualan juga ga selalu laku tapi saya senang aja.walaupun dalam ilmu jualan itu kalu hanya senang itu
tidak boleh, (baru saya ketahui setelah
saya belajar lewat pelatihan UMKM.).Walau ga berarti saya hebat di wirausaha.
Justru kalau secara ilmu baru saya dapatkan tapi kalau secara praktis sudah
saya jalankan.
Karena usia jualah, maka saya
mulai mengurangi kegiatan di sekolah dan mulai buka kedai di samping rumah. dan
memang karena musibah Covid ini usaha yangg baru dirintis juga mengalami kemacetan
yang sangat berdampak pada pengembangan kedai . Namun demikian kebetulan pada masa ini pemerintah kota bekasi
dan indonesia pada umumnya sangat memperhatikan UMKM. sehingga saya dapat mengikuti berbagai pelatihan dengan
gratis, berbagai pelatihan saya ikutin
terutama tentang BOGA . Alhasil Selanjutnya produk saya pun sudah mendapatkan ijin PIRT
dan sertifikat halal.
Alasan yangg membuat bu betti tertarik untuk buka usaha
senidri adalah karena buka usaha sendiri itu kita bisa sesuai dengan ide dan
keinginan kita walau harus lebih kerja keras disampung itu Kita dapat
mengatur dan membuat situasi kerja yang
enak aja dengan rekan kerja kita.
Kalau saya di sekolah itu udah
kayak saudara sendiri walaupun terkadang
perselisihan atau beda pendapat itu pasti ada, tapi ya harus segera
diselesaikan
Dalam usahanya masih masih mengunakan tunai dan non tunai (
transfer ). belum sampai pada alat bayar
berupa cryptocurency.
Kiat sukses dalam usaha ala bu
betty
1. harus usaha dengan sungguh sungguh bu dan selalu mohon ridhonya
Allah. Kerja keras intinya.
2. Jalani saja misal mau sambil jualan Mulai di kantin sekolah dan
kalau ada kegiatan bawa produknya.
3. Kalau memilih jadi jualan atau pengusaha harus pede Kita kalau nawarin harus siap. Karena yang
beli juga banyak yg ngetes, merendahkan dan yakin akan produk kita.
Alasan bu Bettinya menjadi guru dan dan juga usaha
sampingan sepertii : cafe , BOGA dan aktif dalam kegiatan UKM diantaranya dilator belakangi awalnya mau bantu merintis usaha dan bisa
diwariskan ke anak. Terus saya juga mau berkegiatan di rumah. Cafe nya
kebetulan samping rumah. Jadi saya bisa bertemu dengan teman dan banyak orang
tanpa harus pergi pergi.
Disamping itu sejak lama Bu betty
sudah buka usaha dalam bidangy BOGA, namun awalnya bukan hobby masak karena Saya kalau masak, ya masak yang wajib saja.
Walau dulu ibu saya punya usaha catering, saya hanya bantu bagian
administrasinya aja. Ide buka usaha itu karena saya mau pensiun dari kegiatan
keliling menjadi kegiatan di rumah.
Memulai usaha sampingan selain
mengajar. memang harus menyiapkan modal
dan ilmunya melalui Pelatihan untuk UMKM
agar yidak berbayar maka Syaratnya punya SKU ( Surat Keterangan Usaha )
Bagaimana cara mengatur antar
guru dan pengusaha ?
Menjadi guru dan pengusaha adalah
bukan pilihan tetapi bisa berjalan keduanya . dan kalau saya harus milih maka dua
duanya akan saya pilih jadi guru dan juga pengusaha . Dalam, pelaksanaannya
ketika saya berusaha arahnya tentang kependidikan maka nerarti guru dan
oengusaha tidak nisa dipisahkan . Sebagai guru pun mempunyai peluang besar
untuk menjadi pengusaha karena kita mempunyai pangsa pasar yang banyak. Mulai
dari murid, orang tua murid, teman se profesi dan lain nya.
Pada zaman pandemi begini menurtnya cukup menguras pikiran karena guru harus lebih kreatif dalam mengajarOleh karena
itu pengalaman bu betty dari guru menjadi punya
usaha. Beliau menggunakan kiat lakukan agar semua berjalan tanpa saling ganggu dengan mengaturnya keduanya Cara memanage waktu ibu antara mengajar dan
berwirausaha ( teacherpreneur) adalah Kalau untuk sekolah saya sudah punya team
work yang baik. Kalau untuk kegiatan preunership masih dalam tahap memulai
kerja bareng bu. belum solid karena masih baru dan sekarang juga usaha sedang
harus kerja keras dan lebih giat mencari cara terbaik.Kita boleh dan bisa saja
mengerjakan pekerjaan beberapa sekaligus asal kita bisa mengaturnya dan enjoy
melaksanakannya. Selagi kita bisa membagi waktu antara mengajar dan
berwirausaha, kenapa tidak? Mengajar dapat pahala. Wirausaha dapat tambahan
buat beli susu anak.
Caranya membagi waktu dengan
kesibukan sebagai guru, dan punya kerjaan
sampingan mengelola Cafe dan aktif dalam kegiatan UKM harus bisa membagi bagi
waktunya. Kalau saya sudah mengalokasikan kalau jam mengajar , kegiatan yg lain
ditunda dulu. Ya harusnya diri kita yang tau membaginya. Kalau saya
prioritaskan yang utama baru yang lainnya. Jadi kalau ibu ibu, ya paling dulu
diberesin itu urusan dalam negeri ( rumah ), baru mengajar dan setelah itu
usaha. . Kebetulan pengelolaan cafenya berkolaborasi
sama anak. Dan kalau ada kegiatan yang harus dengan saya biasanya hari sabtu
dan minggu Kalau salah satunya masih baru, ya lumayan sibuk juga apalagi kalau
di situ banyak kegiatannya
Bagimana dengan kegiatan
literasi bu Betty
Sebenarnya yang membuat saya
minder adalah selain usaha saya kiha
ingin berkiprah dalam kegiatan literasi . Saya melihat teman teman
bisa produktif menulis, saya masih baru nyampai rencana, semua pengalaman saya
dari kegiatan yang di tekuni baik sebagai guru maupun pengusaha ada rencana untuk dijadikan buku agar bisa menginspirasi banyak orang yg membacanya.
tapi belum serius nulisnya jadi tertunda
lamayntuk penyelesaiannya. In syaa Allah saya tetap jadikan buku bu buat kenang
kenangan dan bisa menginspirasi.
Ketika dibandingkan mengawali
dari kegiatan menulis dengan menjadi
pengusaha (BOGA) Sebenarnya dua duanya
bisa sulit dan bisa gampang, tergantung kesungguhannya. Dulu karena saya
sungguh sungguh menulis, gampang aja jadi buku. Sekarang kayaknya saya kurang
sungguh sungguh karena banyak cabang yang dipikirkan jadi sulit buat saya untuk
menulis. Dulu saya ga bisa bikin kue, sekarang pengennya nyoba resep terus.
jadi banyak bikin ini dan itu. Tergantung kesungguhan bu.
Namun walaupun demikian saya sangat antusias
dalam kegiatan literasi. Suatu saat saya pasti bisa santai dan konsen untuk
menulis. Saya mempunyai 2 TBM ( Taman Bacaan Masyarakat ) . TBM insan Kamil dan
TBM kartini Kreatif. Dan saya juga ikutan di gareulis, kebetulan pengurus
Resumenya oke bu. Pelan-pelan bisa bermain kata-kata spy menarik
ReplyDeleteTerima ksh kunjungan dan sarannya🙏🙏
DeleteTerima ksh🙏🙏
Deletekreen resmuenya bu siti..semangaat lagi bu
ReplyDeleteTerima ksh kunjungannya
DeleteBu Siti resumnya lengksp, keren
ReplyDeleteResume yg lengkap bu.. tp alangkah baiknya menurut saya, kata 'saya' di edit menjadi 'beliau' biar lebih utuh resumenya, krn sya di situ merujuk ke Bu Betti bukan?
ReplyDeleteMaafkan atas masukan saya ya bu, tetap semangat...
Ya betul bu .ketika sy baca lg jdsafar .mksh
DeleteResume sudah cukup lengkap, hanya beberapa kata yang tidak sesuai kaidah penulisan, ada nama nara sumber yang huruf awalnya masih menggunakan huruf kecil. Tapi secara keseluruhan sudah baik dan bagus
ReplyDeleteTwrima ksh siap diperbaiki.mksh
Deleteresumenya lengkap bu..
ReplyDeleteSekedar masukan hati-hati saat copas dari word ke blog karena ada beberapa settingan yang akan berubah. Tapi karena fokus kita menerbitkan buku, cukup fokus sama tanda baca saja kali yah. Semangaat..
ReplyDeleteMksh sarannya
DeleteSaran bisakah judul lebih besar?
ReplyDeleteSo keren... Bagus bu.... Tp klo blh usul ditambahi oenginya... Biar lebih kembut kagi mo masuk ke inti resumebya... Tp sudah kerennn
ReplyDeleteTambahi OPENING maksud saya...
ReplyDelete