Resume
9 : : Rahasia Sukses Menulis di Koran atau Majalah
Hari.Tanggal
: 24 Oktober
Nara Sumber : Pak Haji Encon
Ada banyak yang mampu kita tulis
dan uraikan dalam tatanan kata indah dalam suatu karya. Ada banyak kendala juga
yang harus dilalui dalam mewujudkannya. Tak ada kata instan dalam sebuah karya,
ia butuh proses yang tak mudah. Salah satunya, mulailah dari hal
kecil yang kamu ketahui yang ada di sekitarmu, kembangkan jadi
tulisan-tulisan pendek yang menarik.
Malas adalah bentuk penolakan diri untuk melakukan
sesuatu. Hal ini merupakan tantangan terbesar saya secara pribadi dalam memulai
aktivitas. Ketika nyaman akan suatu hal, maka akan malas untuk berpindah dan
bertindak kepada hal lainnya. Hal ini pun pernah di bahas oleh narasumber
belajar menulis sebelumnya, Bu Nora. Benar adanya, menaklukan rasa malas perlu
niat yang kuat yang ada dalam diri untuk melakukan perubahan dalam hidup.
Malam ini, saya kumpulkan kembali niat dan fokus
awal. Mengingat masa-masa menyenangkan akan suatu hal yang pernah diraih,
setelah menikmati berbagai kendala. Saya baca satu per satu rangkaian chat yang
ada di WAG belajar menulis gelombang 16. Semakin lama saya semakin menikmati.
Dan semakin tertampar sendiri, bahwa segala sesuatu yang hebat itu tak dihasilkan
dari perjuangan yang sebentar. Bahkan, iri dengan narasumber yang tanpa patah
arang untuk terus menulis yang terkadang tak lagi diusia yang muda, namun tetap
produktif dan menghasilkan berbagai buku-buku yang diminati banyak
pembaca.
Semakin lama, semakin sadar dan kembali
termotivasi untuk terus memperjuangkan ide yang terbatas, untuk terus
dikembangkan menjadi hal yang bisa dirangkai, setidaknya bermanfaat untuk diri
sendiri. ;Niatkan dan jadikan bahan curhat ketika dihadapi oleh masalah atau
aktivitas tertentu yang mungkin mampu dituangkan ke dalam tulisan, sehingga
sedikit mengurangi beban fikiran. Seperti yang disarankan Pak Haji Encon Rahman
bahwa, mulai menulis dari hal-hal kecil dan lingkup sederhana yang ada di
sekitar kita jangan hal-hal yang berat dulu.
Pemaparan
kelas menulis malam ini bertemakan, "teknik dan cara agar tulisan
kita bisa dimuat di koran-koran atau majalah" oleh Bapak Haji
Encon Rahman.
Kronologi Pak Haji Encon
tertarik menulis artikel atau tulisan-tulisan yang dimuat di
koran/majalah
Bapak yang sudah memuat sekitar
500 artikel lebih di koran/majalah baik tingkat media lokal atau nasional ini
merupakan juara tingkat nasional guru berprestasi. Beliau juga guru sebagai
penerima penghargaan internasional dari Thailand tahun 2017 mewakili bangsa
Indonesia.
Pak Encon awal tertarik
menulis, khususnya di koran dan majalah karena beliau senang membaca
koran/majalah. Masa SMP suka menulis dan tulisan itu dipajang di mading
sekolah. Beliau merupakan alumni SPG tahun 1991. Disinilah bakat menulis beliau
semakin berkembang. Menulis artikel, cerpen, sajak-sajak kecil, dan kartun.
Tulisan tersebut dipajang di mading sekolah dan dibaca oleh teman-teman yang
menjadi kebanggaan tersendiri, sebagai apresiasi dari teman-temannya tersebut.
Ada seorang guru, Pak haji Entis yang mengetahui bakat beliau, maka beliau
disarankan untuk memuat tulisan di tabloid atau koran. Beliau mengirimkan
tulisan-tulisan sederhana, seperti gambar kartun, humor-humor, dan hal-hal
ringan lainnya yang akhirnya diterbitkan oleh media lokal bernama tabloid mitra
desa. Sudah lebih 150 kartun yang sudah dimuat dimajalah lokal dan nasional.
Terus berkembang, kemudian beliau menulis sajak, cerpen yang kemudian masih
beliau simpan rapi sebagai dokumentasi. Tak hanya tulisan itu di muat, namun
beliau juga mendapat honor yang lumayan yang beliau jadikan bekal untuk bisa
mengikuti tes masuk perguruan tinggi di Bandung. Adanya honor merupakan salah
hal yang memotivasi kita dalam menulis, selain tulisan kita dibaca oleh
pembaca.
Semasa kuliah di Bandung, beliau
mengambil jurusan Bahasa Indonesia FKIP di salah satu kampus swasta (UNPAS)
agar bakat semakin berkembang dan mengetahui dasar-dasar dalam menulis yang
sesuai sistem kebahasaan. Beliau juga tetap produktif menghasilkan karya dan
memuat tulisan-tulisannya ke berbagai media lokal di sana, hingga merambah
media nasional untuk membuat cerita anak yang dimuat setiap minggunya di media
harian umum pikiran rakyat. Mendapat honor yang sangat lumayan, sehingga bisa
membiayai kuliah sendiri dan biaya hidup selama perkuliahan. Beliau juga
mengirimkan tulisannya ke harian umum Bandung Post, tabloid hikmah, dan
beberapa tabloid yang ada di Bandung.
Tidak hanya sampai disitu, untuk
tetap mengembangkan kemampuan menulis, beliau juga ikut tergabung dalam
komunitas Balai Jurnalistik ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) Bandung.
Beliau belajar bagaimana membuat artikel yg baik, cerpen yang baik, dan
jenis-jenis tulisan yang dibutuhkan di koran itu seperti apa guna menambah
kemampuan secara ilmu, kemampuan secara teknik dan semangat untuk terus
menulis. Dengan menulis beliau mampu menyelesaikan solusi secara finansial dan
akademisnya.
Hal terpenting dalam memuat
artikel di koran/majalah bagi penulis pemula ala Pak Haji Encon
- Rajin baca koran/majalah
- Jangan kirim tulisan ke media
nasional dahulu, namun kirimlah ke media lokal yang ada di sekitar kita
- Istikhomah/fokus dalam menulis. Seringlah
menulis dan sering kirim tulisan ke media-media. Jangan sampai patah arang
ketika tulisan kita tidak dimuat.
- Membuat kliping/tematik karya-karya orang
lain terkait tema tertentu yg dikemas dan dikembangkan jadi tulisan yang
baru versi kita.
- Harus mengetahui teknik menulis di koran
terkait konsep apa yang diinginkan koran tersebut.
- Mencari komunitas menulis sehingga kita
termotivasi untuk menulis dan terus berkarya secara produktif.
- Tahan banting, jika tulisan kita belum
dimuat disuatu media teruslah menulis dan lakukan instropeksi diri.
Mungkin tulisan kita tak sesuai harapan redaksi, tema yang diusung tka
mewakili minat pembaca, atau ide kita didahului oleh penulis lain.
- Ada tujuan, target, niatkan karena Allah
dan sebagai amal jariah.
Pak Haji Encon juga membuka
program bimbingan menulis artikel koran dan majalah untuk membantu rekan-rekan
yang berminat menulis artikel di koran dan majalah. belajar teknik-teknik dasar
agar tulisan kita bisa dimuat di koran atau majalah. Adapun materi bimtek
menulis artikel populer untuk surat kabar dan majalah agar bisa dimuat:
ü Panduan
menulis artikel, Perkenalan, Materi awal pengertian artikel dan media massa
ü Bagaimana
cara menulis judul artikel yang menarik? Bagaimana syarat dan ketentuan
penulisan judul artikel untuk koran dan majalah?
ü Bagaimana
Anatomi tulisan artikel dan jenis-jenis artikel untuk surat kabar dan majalah
ü Apa
saja sifat tulisan artikel yang dibutuhkan surat kabar dan majalah?
ü Bagaimana
caranya menggali ide tulisan artikel? Bagaimana cara menguji ide untuk
tulisan artikel agar dimuat pada koran dan majalah?
ü Bagaimana
cara mengumpulkan referensi untuk artikel? Bagaimana cara mulai menulis artikel
untuk koran dan majalah?
ü Bagaimana
kiat praktis menulis intro artikel agar menarik? Bagaimana cara mengirim
tulisan artikel ke koran dan majalah agar dimuat?
ü bagaimana
tata krama cara mengirim artikel pada koran dan surat kabar? apa saja identitas
yang harus kita siapkan pada saat kita mengirim tulisan artikel pada koran dan
majalah?
ü Berapa
jumlah kata dalam artikel untuk koran dan majalah agar dimuat. Bagaimana
caranya mengambil honor tulisan yang sudah dimuat di koran dan majalah?
ü Bagaimana
caranya mengetahui tulisan artikel kita dimuat atau tidak pada koran dan
majalah? Bagaimana etika mengirim artikel kepada tiga media yang sejenis?
ü Bagaimana
kiatnya agar artikel yang kita kirim selalu dimuat oleh redaksi surat kabar dan
majalah?
ü Bagaimana
caranya mengajukan artikel untuk angka kredit atau kenaikan tingkat. Daftar
alamat dan email surat kabar lokal dan nasional.
ü Praktik
cara menulis artikel, bimbingan, revisi dan saran-saran cara menulis artikel
yang layak muat untuk surat kabar dan majalah
ü Bimtek
berakhir
Kutipan akhir beliau tentang
menulis yaitu jika ingin menulis, niatkan karena allah dan jadikan salah satu
amal jariah yang bisa kita petik kelak meski usia kita tak sekekal tulisan/karya
tersebut. Seperti Buya Hamka yang karyanya lebih lama dari usianya, sastrawan
asal Agam, Sumatera Barat ini.
Saya sebagai orang minang, sangat
bangga akan karya-karya Buya Hamka. Patut diteladani dan dijadikan sebagai
inspirasi dalam berkarya serta dalam berbagai hal yang beliau contohkan semasa
hidupnya. Beliau seorang wartawan, penulis, pengajar, sastrawan, sekaligus
ulama dengan karya-karya hebatnya. Beliau menyampaikan konsep atau sebuah
tulisan tak hanya dari ruang kosong pikirannya sendiri namun dari
kepingan-kepingan pemikiran orang lain terlebih orang-orang yang berilmu. juga
Tak hanya berkontribusi dalam dunia sastra beliau juga banyak memberikan
kemajuan untuk bangsa Indonesia diberbagai bidang pemerintahan.
Mengenal Buya Hamka sebagai
penulis, sastrawan, mufasir, sekaligus ulama merupakan sematan yang lengkap
kepada beliau atas karya-karyanya. Bahwa beliau bukan hanya ulama yang
bertabligh, tapi juga menggoreskan kedalaman ilmu dan kebijaksanaan nasihatnya
dalam karya-karya tulisnya. See - https://ibtimes.id/buya-hamka-menulis-berarti-menggubah-untuk-mengubah/
sebagai penulis, sastrawan,
mufasir, sekaligus ulama merupakan sematan yang lengkap kepada beliau atas
karya-karyanya. Bahwa beliau bukan hanya ulama yang bertabligh, tapi juga
menggoreskan kedalaman ilmu dan kebijaksanaan nasihatnya dalam karya-karya
tulisnya.. See - https://ibtimes.id/buya-hamka-menulis-berarti-menggubah-untuk-mengubah/
sebagai penulis, sastrawan,
mufasir, sekaligus ulama merupakan sematan yang lengkap kepada beliau atas
karya-karyanya. Bahwa beliau bukan hanya ulama yang bertabligh, tapi juga
menggoreskan kedalaman ilmu dan kebijaksanaan nasihatnya dalam karya-karya
tulisnya.. See - https://ibtimes.id/buya-hamka-menulis-berarti-menggubah-untuk-mengubah/
sebagai penulis, sastrawan,
mufasir, sekaligus ulama merupakan sematan yang lengkap kepada beliau atas
karya-karyanya. Bahwa beliau bukan hanya ulama yang bertabligh, tapi juga
menggoreskan kedalaman ilmu dan kebijaksanaan nasihatnya dalam karya-karya
tulisnya.. See - https://ibtimes.id/buya-hamka-menulis-berarti-menggubah-untuk-mengubah/
Kalimat bahagia dari Buya Hamka,
sastrawan asal minang ini sebagai penutup pembelajaran menulis malam ini,
"salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan
pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan
istirahat sebelum lelah."
Menurut Buya Hamka dalam hidup
tidak ada tempat untuk seorang pemalas. Jangan pernah mau diperbudak dengan
kemalasan. Produktiflah dalam hidupmu, ciptakan hal-hal bermanfaat yang tak
hanya jadi karya namun jadi amal ibadah. Jangan pernah bosan dan berhenti
menulis. Motivasi dan tantangan terbesar yang harus ditaklukan.
sahabat bloger, semoga
bermanfaat. Salam literasi.
Comments
Post a Comment