Resume 7 : Berkunjung ke Penerbit
Buku : YPTD
Hari/Tanggal :21
Uktiber 2020
Bara sumber : Tahmrin
Dahlan
Moderator : Aan Nurhasanah
Tema : Berkunjung ke Penerbit Buku : YPTD
Inspirasi nara sumber : Sebuah Pantun
Pergi
ke rimba jangan sendiri
Bahaya ada sarang penyamun
Senen semua menyibukkan diri
Tak ada waktu untuk melamun
Sepenggal pantun di atas merupakan kalimat pembuka kelas menulis dari
seorang narasumber yang sudah berkecimpung di dunia percetakan dan penghasil
karya dalam menulis.
YPTD bergerak di bidang sosial kemasyarakatan khususnya bidang
pendidikan. YPTD fokus membantu para penulis menerbitkan buku
ber lisensi Barcode ISBN Perpustakaan Nasional
Tanpa Biaya. Kegiatan ini dilakukan mengingat selama ini para
penulis terkendala dalam menerbitkan buku karena tidak diterima oleh Penerbit
Major (besar) sedangkan Naskah Buku sudah
tersedia. Disamping itu keinginan menerbitkan buku secara indie
(pribadi) melalui perusahaan jasa penerbit memerlukan biaya yang
cukup besar.
Oleh karena itu YPTD bertekad membantu para penulis memiliki
master buku sebagai Mahkota seorang Jurnalis. Sejak
kegiatan di canangkan pada tanggal 19 Agustus 2020 YPTD telah
membantu menerbitkan 36 Buku para penulis. Tentu
saja kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan turut
serta dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas Literasi
Indonesia.
Bapak Thamrin sosok yang objektif dalam menulis dan tidak
mementingkan soal komersial. Menulis harus adanya nilai edukasi yang harus
disampaikan kepada pembaca.
Beliau menceritakan kendala yang kita alami ketika akan
menerbitkan Buku karena posisi sebagai penulis pemula (belum terkenal) yaitu
penerbit besar (major) belum berkenan menerima naskah buku.
Beliau menceritakan YPTD terbentuk 29 Juli 2019 berdasarkan
Akta Notaris dan SK Kemenkumham. YPTD sebagai Penerbit mendapat kewenangan dari
Perpustakaan nasional untuk mengusulkan ISBN buku yang akan diterbitkan.
Berdasarkan kewenangan itu saya kini bisa menerbitkan buku secara indie
(pribadi) buku lebih mudah dan cepat ditrerbitkan hingga sampai 30 buku. Sejak
launching Terbitkan buku gratis ber ISBN 19 Agustus 2020 sudah 36 buku
diterbitkan YPTD.
Program menerbitkan buku di YPTD
ada 3:
- Program A : Penulis telah mempunyai naskah
buku segera kirim ke email thamrindahlan@gmail.com
- Program B : YPTD menerbitkan Buku dari
Para Penulis posting di website terbitkanbukugratis.id setelah terkumpul
naskah 150 – 200 halaman.
- Program C : Penulis posting di website
YPTD terbitkanbukugratis.id sampai 40-50 artikel kemudian buku diterbitkan
YPTD
Proses Penerbitan
Buku :
1. YPTD
menerima Nahkah Buku Penulis via email thamrindahlan@gmail.com lengkap
dengan Judul, Daftar Isi, Cover depan belakang Buku dan Kata Pengantar.
Ketentuan
Standard baku Buku terbitan YPTD
a. Ukuran
A5
b. Font
12
c. Margin
1.5/1/1/1
d. Huruf
Times News Roman
e. Spasi
1.5
f. Ketebalan
150 – 200 Halaman
2. Tahapan
selanjutnya setelah naskah memenuhi standard baku, Admin YPTD setiap hari Senin
mengajukan permohonan Lisensi Barcode ISBN (International Standard Book Number)
ke Perpustakaan Nasional.
3. Setelah
Barcode ISBN di keluarkan Perpustakaan Nasional, Admin meng -
informasi kan kepada para penulis melalui WA Group
terbitkanbukugratis agar para penulis melakukan editing atau persiapan buku
sebelum naik cetak.
4. Admin
YPTD menyiapkan Kata Pengantar Penerbit, Halaman Judul dan Nomor Urut terbit
serta Barcode ISBN.
5. Penulis
memasukkan point (4) kedalam buku yang akan diterbitkan.
6. Selanjutnya
setiap hari Rabu 2 (dua) pekan sekali Admin YPTD mencetak buku. Seluruh biaya
cetak ditanggung YPTD. Rata rata biaya cetak buku Rp 250.000
(duaratus lima puluh ribu rupiah) per judul. Buku dicetak di Buring
Digital Print Jalan Magonda Raya 393 Pondok Cina Depok.
7. Setiap
Judul Buku dicetak 5 buah dengan aturan distribusi
a.
2 buku untuk Perpustakaan
Nasional
b.
1 buku untuk Penulis berikut soft
copy (flash disk)
c.
1 buku untuk Penyandang Dana
d.
1 buku untuk YPTD
8. Buku
untuk Penulis berserta soft copy dikirim by logistic
transportation. Secara resmi seorang Penulis memiliki Mahkota ketika
telah memiliki Buku Perdana. Seandainya ingin memperbanyak buku
untuk dipromosikan kemudian dijual atau untuk hadiah Penulis bisa mencetak Buku
secara mandiri menggunakan soft copy di percetakan mana saja.
9. Buku
buku untuk Sponsor akan dikirimkan ke alamat by Go Send
sesuai jumlah buku ke alamat Penyandang Dana berserta ucapan terima
kasih telah mendukung Gerakan Menrbitkan Buku ber ISBN Tanpa Biaya.
10. Setiap
hari Rabu 2 bulan sekali YPTD menyerahkan secara langsung Buku Buku yang telah
diterbitkan ke Perpustakaan Nasional sesuai Regulasi ISBN. Buku buku
para penulis menjadi milik dan koleksi Negara tersimpan abadi di Perpustakaan
Nasional
11. 2
Pekan sekali YPTD minimal mencetak 10 buku sehingga target menerbitkan
200 buah buku selama satu tahun sampai 29 Juli 2021 tercapai.
Berikut ini beberapa point
penting sebagai catatan dari Pak Thamrin Dahlan:
- Resep menulis satu hari minimal
satu artikel adalah niat berbagi. Inspirasi tak pernah terputus ketika
kepekaan naluri menulis sudah melekat pada diri. Semua yang
menghampiri dan terjadi disekitar kita adalah materi tulisan
- YPTD memiliki prinsip
semua bahwa tulisan adalah bagus selama bukan plagiat dan hoaks.
Tujuan utama adalah bagaimana meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Literasi
Indonesia
- Learning by doing, Belajar
dan belajar.
- Motto saya menulis 3 Pena yaitu
Penasehat, Penakawan dan Penasaran. Menulis untuk berbagi kebaikan.
Metode yang saya gunakan ketika menulis ialah " sekali duduk
jadi" artinya jangan pernahi meninggalkan artikel yang
sedang digarap. Selesaikan kemudian posting. Posting ke soail media
dan seketika tulisan memiliki Roh. Roh itu membuktikan tulisan
hidup ketika dibaca apalagi dikomentari.
- Menulis adalah proses sederhana
memindahkan apa-apa yang kita katakan ke laptop atau pc bahkan
hp.
- Perlu keinginan kuat untuk
menerbitkan buku
- Buku adalah Mahkota seorang
Penulis. Secerdas dan sepintar apapun seseorang apabila belum menulis
apalagi menerbitkan buku maka ilmunya akan hilang sia sia.
- Menerbitkan buku muara dari
menulis. Kehadiran penulis abadi sepanjang masa ketika Bukunya
menjadi asset Negara tersimpan di Perpustakaan Nasional.
Pak Tahmrin Dahlan menutup dengan kalimat bahagia yang
sangat saya sukai, "Pengabdian Ikhlas Tak Perlu Tanda Jasa Bersebab
Tidak ada jasa yang paling tinggi dan layak untuk sorang guru ketika anak
didik menjadi Presiden".
Belajar menulis malam ini, memberikan inspirasi
tentang banyak hal, bahwa usia bukan kendala kita untuk tetap berkarya. Usia
bukan kendala untuk kita tetap menebar kebaikan. Usia bukan kendala untuk kita
tetap melakukan apa yang kita sukai. Dan usia bukan kendala untuk kita tetap
aktif dan inovatif untuk meninggalkan sebuah kenang-kenangan di masa mendatang
agar bisa dikenang bahwa kita pernah menebar kata-kata bermakna walau hanya
sekumpulan kata biasa tanpa populer di masanya. Setidaknya, lakukan itu untuk
mengenang karyamu sendiri bahwa kamu pernah menulis. Dan itu tercipta dalam
sebuah buku.
Sejatinya
Buku adalah Mahkota seorang Penulis
Jalan -jalan ke Kota Padang
Minum es centol dan durian ketan
Jangan lupa tulis apa yang kau
senang
Masuk ke blog dan penerbitan
Sahabat bloger, semoga tulisan
bermanfaat dan menginspirasi. Salam literasi
Comments
Post a Comment