Resume 5 : Top Talk : Tips Belajar Menulis ala Bu KanjengHari.Tanggal 15
15 Oktober 2020
Narasumber : Ibu Sri Sugiastuti
Moderator : Ibu Aam Nurhasanah
Motivator : Om Jay
Tema : Tips Belajar Menulis ala Bu Kanjeng
Tema saat ini yaitu "Belajar Menulis" diberikan oleh
narasumber yang sangat inspiratif Bu Kanjeng alias bu Sri Sugiastuti. Adapun
Tips Menulis dari pemaparan bu Kanjeng malam ini terkait langkah-langkah yang
dapat dilakukan untuk menjadi seorang penulis :
- Banyak membaca. Apa yang kita
baca amat menentukan gaya kepenulisan kita.
- Mencoba menulis di komputer
Anda, buku harian Anda, ataupun di media sosial seperti facebook, dan juga
blog. Semakin banyak kita menulis maka kita semakin mengasah kemampuan
kita untuk menulis.
- Mengirimkan tulisan ke media
cetak atau ke penerbit buku.
- Teruslah menulis Jika naskah
Anda ditolak atau sudah pernah diterbitkan, teruslah menulis. Kembangkan
terus kemampuan Anda dan perbanyak karya-karya Anda.
Kemudian tips agar disiplin menulis adalah sebagai berikut
- Buat
kerangka tulisan (outline).
- Buat
target/dead line
- Fokus
menyelesaikan tulisan Anda
- Reward
& punishment
- Memilih
Judul Yang Menarik
- Sesuaikan
dengan tema tulisan. Sebelum membuat judul yang menarik, buatlah judul
tersebut sesuai dengan tema tulisan
- Buat
judul dengan kata yang mudah diingat.
- Buatlah
judul yang membuat orang penasaran untuk membaca isinya.
Ide adalah hal penting dalam berkarya. Untuk
membuat sebuah tulisan membutuhkan ide. Berikut adalah beberapa tips mencari
ide:
- Bacalah
sebanyak mungkin buku.
- Refreshing.
Pergi ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi untuk menyegarkan otak
Anda dari rutinitas.
- Tulis
apa yang bisa Anda tulis Jika Anda belum mendapatkan ide, cobalah.
- Cari
referensi dari berbagai media.
- Anda
juga bisa menggunakan cara ATM (amati, tiru, modifikasi).
Bu Kanjeng juga
memaparkan cara mengirim naskah ke penerbit dan hal yang harus diperhatikan
yaitu sebagai berikut:
- Siapkan
naskah yang Rapi
- Pilih
Penerbit yang sesuai dengan jenis naskah Anda.
- Perhatikan
tata cara pengiriman dan ketentuan mengirim naskah ke penerbit yang
bersangkutan. Misal, ada penerbit yang hanya menerima naskah dalam bentuk
cetak, ada pula penerbit yang menerima naskah dalam bentuk file lewat
email. Dalam ketentuan pun biasanya penerbit berbeda-beda. Misalkan untuk
penerbit tertentu mensyaratkan naskah 10-15 halaman, kemudian ketentuan
margin, dan ketentuan lain sebagainya.
- Kirimkan
naskah beserta sinopsis dan biodata penulis. Jika perlu kirim pula
proposal untuk meyakinkan penerbit yang bersangkutan.
Ingin jadi penulis
sukses setidaknya punya 2 pilihan: mau terus berjuang, atau berhenti. Yang
terpenting adalah teruslah melangkah dan jangan berhenti. Jadikan menulis
sebagai kebutuhan bukan kewajiban. Menulis itu adalah suatu keterampilan, bukan
bakat. Jadi latihlah, tulislah berbagai ide yang berserak di sekitar kita.
Jadikan menulis dan membaca sebagai gaya hidup. Beristiqamahlah dalam menulis.
Biarkan tulisan menemui takdirnya. Jangan risau, tetaplah menulis dan belajar
mengupgrade diri agar naik kelas. Menulislah apa yang disukai dan dikuasai.
Pengalaman belajar
kelas online malam ini sangat luar biasa. Sengaja segala tips
dari Bu Kanjeng tidak saya potong dan ditulis utuh di sini supaya bisa saya
baca berulang kali sebagai pemula untuk terus berusaha belajar menulis. Kalimat
menarik beliau saat memberikan jawaban dari pertanyaan yang diberikan peserta
adalah dalam menulis yang penting kita suka dulu, lalu jadikan gaya
hidup, nanti kalau sudah terbiasa maka seperti ada yg kurang kalau belum nulis.
Ini akan jadi salah satu motivasi dalam meng-upgrade diri untuk
terus menulis.
Menulis ibarat
kata dalam penyambung doa. Kenapa saya tuliskan demikian? Karena pengalaman
yang pernah saya dapat dari seorang sahabat, ia berkata, "tulislah apa
yang menjadi targetmu tahun ini dengan sangat yakin tanpa keraguan. Dan
iringilah dengan doa dan usaha. Karena saya sudah lakukan. Alhamdulillah satu
persatu list tersebut benar nyata adanya. Dan saya terkejut meski belum semua
terwujud". Awalnya saya ragu dalam menuliskan target atau semacam resolusi
awal tahun ini. Namun, setelah dicoba dan praktekan. Ini sudah Tahun ke-5
saya menulis rangkaian list resolusi awal tahun. Saya juga terkejut dengan
beberapa keajaiban nyata bahwa beberapa list tersebut memang jadi
kenyataan. Alhamdulillah satu persatu resolusi tersebut diijabah Allah.
Jika resolusi tahun ini belum tercapai saya akan menuliskan kembali resolusi
tersebut ditahun yang akan datang jika masih tetap diberi kesempatan. Dan
mungkin menjadi penulis dan mencetak buku sendiri harus menjadi list yang akan
saya tulis secara terus menerus disetiap tahunnya bahkan mungkin setiap bulan
akan saya upgrade list tersebut. hehehe
Dan ini
pernah juga dipraktekkan oleh salah seorang Widiaiswara dimana saya mengenyam
pelatihan dasar pada suatu lembaga pemerintahan yaitu Bapak Des Indri
Prihantony, ST, MPPM. Beliau juga sangat hebat dan inspiratif dalam bidang
pendidikan.
Saat itu, untuk sekitar 40 orangan peserta yang
mengikuti pelatihan, beliau bertanya, " siapa diantara peserta di sini
yang pernah menuliskan rangkaian resolusinya dalam sebuah tulisan?" dengan
malu-malu saya mengangkat tangan. Dan ternyata cuma saya seorang yang
mengangkat tangan. Saya pun tercengang sekiranya juga punya teman yang
melakukan hal yang sama. Beliau kemudian menyampaikan itu bagus dan menanyakan
apa yang saya rasakan setelah menuliskan, saya menjawab,"sebagian resolusi
tersebut jadi kenyataan pak." Tetaplah lakukan hal tersebut dan
menyarankan peserta lain melakukan hal sama. Dan Tetap disiplin, kerja keras,
mau belajar, tanggung jawab dan jujur ungkap beliau diakhir sesi pertemuan kami
kala itu.
Semakin kesini saya semakin paham, bahwa
keajaiban menulis itu sangat luar biasa. Semoga bisa terus belajar dan
mengupgrade diri dalam menulis dan dalam hal-hal yang bermanfaat lainnya.
Comments
Post a Comment